KT!

KT!

Rabu, 29 Januari 2014

Kita..


Kita…
Sudah tidak sepantasnya kata itu terucap untuk aku dan kamu. Bagaimana tidak, kamu lebih memilih bersamanya ketimbang aku yang memang benar-benar mencintaimu. Kamu tau.. Seluruhnya aku berikan untukmu tanpa terkecuali. Tapi apa balasannya?  Air susu dibalas air tuba! Menjijikan.
Memang hubungan kita saat ini masih berstatus, namun percaya atau tidak.. jika memang kamu ingin bersamanya takan ada lagi sebuah status itu. Mungkin kamu mengira aku tak tau menahu tentang apa yang kamu lakukan bersamanya disana, namun Tuhan adil. Ia memberi tahuku dengan seribu macam cara. Seperti halnya kamu menyimpan sesuatu yang busuk, kelak akan terbongkar kebusukan itu.
Kini, sirna sudah kepercayaanku untukmu, sirna sudah semuanya. Semuanya yang kita buat sejak dulu. Sejak aku bodoh karna mencintai orang yang ternyata masih belum bisa melupakan sosok idaman dimasa lalunya. Ya.. Mantanmu.
Berterimakasihlah padaku, karena aku bersedia menjadi sandaran hatimu hanya saat dia meninggalkanmu; pelampiasanmu. Tak apa.. Percayalah apa yang kamu lakuin ke aku akan terjadi di kamu kelak. Cepat atau lambat semua akan terjadi. Karma akan menghampiri mu.
Mungkin jarak yang mengakibatkan kamu berpaling. Aku tak pernah suka jarak. Tapi apa dayaku lagi, kamu terlanjur mencintainya.. Terlanjur sudah saling menyakiti hati orang yang menyayanginya.. Terlanjur membuat semua keindahan menjadi badai besar yang menghantam damainya sebuah taman cinta.
Inilah akhir dari kelelahanku. Akhir dari keluhanku. Aku takan menyalahkanmu, karna memang sebenarnya cinta tak bisa diingkari. Akupun takan mengakhiri hubungan ini sebelum kamu mengaku atas semua kebohongan yang kamu sembunyikan itu..
Aku tetap disini, berdiri sendiri, menunggu badai yang akan menghantam indahnya taman cintaku yang dulu kita rawat bersama. Terimakasih sudah bersedia untuk menyakiti hatiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar